Macam Macam Model Tas Sekolah Batik

Macam macam model tas batik yang cocok untuk anak sekolah ,modis dan trendy
Tas batik memang unik sifatnya yang personal dengan berbagai macam model dan kain yang di gunakan juga cukup variatif dan pemintanya juga lumayan tinggi mulai dari pejabat selebritis hingga anak sekolahan 


Mempunyai tas batik juga perlu perawatan khusus supaya tas batik awet dan tahan lama,berikut tips perawatan tas batik:

1.Cek tas batikmu sesegera mungkin begitu selesai digunakan.
2.Apabila terlihat noda, bersihkan sesegera mungkin dengan cara menggosok nodanya dengan sikat gigi bekas dan sabun cair
3.angan langsung masukkan tas ke kantong tas. Angin-anginkan terlebih dahulu bagian yang basah. Hair dryer bisa juga kamu gunakan untuk mengeringkan tas.
4.Begitu kering, masukkan remasan kertas koran ke dalam tas. Dengan begitu, bentuk tas tetap terjaga. Setelah itu, baru masukkan ke kantong lalu simpan dengan rapi di lemari khusus tas. Jangan sampai bertumpukan.
5.Kalau ingin mencuci keseluruhan tas batik, gunakan klerek. Jemur dalam posisi terbalik agar warna tasmu tetap terjaga.

Dan berikut model model tas batik untuk sekolah anak


















39 Kesenian Dari Jabar Punah


Kompas.com-Sekitar 39 seni tradisional yang pernah hidup di Jawa Barat kini punah dan tidak dipentaskan lagi. Sebelumnya, Jawa Barat memiliki sekitar 398 jenis kesenian tradisional. Ketidakpedulian pemerintah daerah dan masyarakat menjadi salah satu penyebabnya.

”Jika tak pernah dipentaskan dan tak ada regenerasi, seni tradisional tersebut bakal punah,” kata Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung Toto Sucipto di Bandung, Kamis (4/10/2012).
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat mendata seni tradisional sejak 2009 bekerja sama dengan BPNB, Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, Taman Budaya Jawa Barat, dan komunitas seniman. Hasilnya, Jawa Barat pernah memiliki 398 jenis kesenian tradisional, tetapi kini 39 jenis di antaranya punah dan tidak pernah dipentaskan kembali.
Beberapa kesenian yang punah adalah topeng tanji dari Karawang, tari ondol-ondol (Purwakarta), seni pertunjukan memeniran (Bogor), topeng gong (Sukabumi), wayang mojang (Cianjur), serta wayang Sunda, ronggeng abrag, dan suriwit (Bandung).
Selain itu, ada juga palasiang dari Sumedang, bongbangan (Ciamis), reog cirebonan (Cirebon), opera Sunda (Bandung), serta balengko dan wayang tambun (Bekasi).
”Beberapa kesenian itu tidak pernah dilihat generasi sekarang, tetapi tercatat dalam sejumlah naskah lama,” kata Toto. Kesenian itu antara lain karawitan elet, empet, mamanukan, dan sarawalet. ”Sekadar nama, tapi tak pernah terlihat pementasannya,” ujar Toto menambahkan.
Revitalisasi
Toto mengatakan, agar tidak semakin banyak kesenian tradisional yang terancam punah, sejumlah pihak berupaya melakukan revitalisasi. Selain itu, pemerintah daerah didorong mementaskan kesenian tradisional dalam berbagai acara sehingga jenis keseniannya diketahui masyarakat dan seniman pun merasa dihargai.
Kurator Taman Budaya Jawa Barat, Mas Nanu Muda, menuturkan, pihaknya telah melakukan revitalisasi 10 kesenian tradisional selama 2008-2012. Fokusnya adalah kesenian tradisional yang berada di ambang kepunahan akibat minimnya pewarisan dan ketiadaan alat kesenian.
Revitalisasi dilakukan pada dombyak dari Purwakarta, lengkong hatong (Bagor), topeng minor (Subang), dan ketuk tilu (Bandung). Sementara pewarisan dilakukan untuk kesenian topeng tambi dari Indramayu, parebut seeng (Kabupaten Bogor), gamelan sari oneng (Sumedang), dan kemprongan (Kuningan).
”Tahun ini diperkirakan akan ada 10 kesenian yang direvitalisasi dan 10 lainnya mendapatkan pewarisan budaya. Jenis keseniannya sedang dibicarakan, merujuk pada ketersediaan bahan dan pewarisannya,” kata Mas Nanu Muda. (Kompas)